1.
Lambang kata
Pada tingkat ini kata-kata
merupakan alat informasi yang utama. Pada tingkat ini, guru menyampaikan
informasi kepada anak didik hanya dengan berbicara (verbalisme). Keterbatasan komunikasi dengan kata-kata
sering menimbulkan kesulitan dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada anak
didik. Kadang-kadang guru tidak sadar terus berkata-kata tanpa memperhatikan
murid sehingga murid menjadi pasif.
Hambatan- hambatan komunikasi
yang ditemui dalam proses belajar
mengajar antara lain:
- Verbalisme, dimana guru menerangkan pelajaran hanya melalui kata-kata atau lisan. Di sini yang aktif hanya guru, sedangkan murid lebih bersifat pasif, dan komunikasi hanya bersifat satu arah.
- Perhatian yang bercabang, yaitu perhatian murid tidak terpusat pada informasi yang disampaikan guru.
- Kekacauan penafsiran, terjadi disebabkan berbeda daya tangkap murid, sehingga sering terjadi istilah-istilah yang sama diartikan berbeda-beda.
- Tidak adanya tanggapan, yaitu murid-murid tidak merespon secara aktif apa yang disampaikan oleh guru, sehingga tidak terbentuk sikap yang diperlukan.
- Kurang perhatian, disebabkan prosedur dan metode pengajaran kurang bervariasi, sehingga penyampaian yang menoton menyebabkan timbulmya kebosanan pada murid.
- Keadaan fisik dan lingkungan yang menganggu, misalnya objek yang terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
- Sikap pasif anak didik, yaitu tidak bergairahnya siswa dalam mengikuti pelajaran disebabkan kesalahan memilih teknik komunikasi.
2.
Lambang visual
Di dalam dunia pendidikan tentu kita mengenal media pembelajaran, media
pembelajaran merupakan saluran atau jembatan dari pesan- pesan pembelajaran
yang disampaikan oleh sumber pesan kepada penerima pesan.kemudian media dapat
di bagi dalam berbagai macam,saah satuny adalah media visual. Media visual
merupakan penyampaian pesan atau informasi secara teknik dan kreatif yang mana
menampilkan gambar, grafik serta tata dan letaknya jelas,sehingga peneria pesan
dan gagasan dapat diterima sasaran.
Apabila dikaitkan antara media visual dan pembelajaran maka pembelajaran
itu akan menarik, efektif dan efesien apabila menggunakan media visual sebagai
sebagai media pembelajaran nya.dipilih media visual karena kita harus ingat
bahwa peserta didik khususya nak-anak terutama siswa sekolah dasar karena
mereka masih berfikir konkrit, semua yang guru utarakan atau sampaikan harus
mereka buktikan sendiri dengan mata mereka, kemudia media visual
merupakansumber belajar yang berisikan pesan atau materi pelajaran yang di buat
secara menarikdalam bentuk kombinasi gambar,teks,gerak dan animasi yang di
sesuaikan dengan usia peserta didik yang dapat menarik peserta didik dalam
belajar, sehingga pembelajaran akan menyenangka dan tidak menjenuhkan.
Manfaat media visual dalam pembelajaran sebagai berikut:
- Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak,seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong,dan sebagainya.media pembelajaran dapat mengatasi hal tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke objek langsung yang dipelajari.maka obyeknyalah yang di bawa ke peserta didik. Obyek yang di mkasud bias dalam bentuk nyata, miniature,model, maupun bentuk gambar-gambaryang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
- Media visual memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
- Media visual dapat menanamkan konsep dasar,yang benar ,konkrit dan realistiskan.
- Media visual membangkiktan .keinginan dan minat baru
- Media visual akan mengakibatkan perubahan efektif ,kognitif dan psikomotorik
- Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Dengan demikian media
visual sangatlah berperan penting dalam proses belajar mengajar.karena media
visual memiliki peran yaitu memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta
didik .peserta didik akan terbantu dalam memahami materi yang komplek.
Pemanfaatan media visual juga berperan bagi peserta didik.
3.
Gambar diam, rekaman radio
Penggunaan media
rekaman dalam pengajaran dibatasi hanya oleh imajinasi guru dan siswa. Media
rekaman dapat digunakan dalam semua fase pengajaran mulai dari pengantar atau
pembukaan ketika memperkenalkan topik bahasan sampai kepada evaluasi hasil
belajar siswa. Penggunaan media rekaman sangat mendukung sistem pembelajaran
tuntas (mastery learning). Siswa yang belajarnya lamban dapat memutar kembali
dan mengulangi bagian-bagian yang belum dikuasainya. Di lain pihak, siswa yang
dapat belajar dengan cepat bisa maju terus sesuai dengan tingkat kecepatan
belajarnya. Siswa juga dapat berlatih mengenal kembali dan melatih pengucapan
kata-kata dari bahasa asing, atau kata-kata yang belum dikenali.
Menurut Azhar
langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media rekaman adalah sebagai
berikut:
a.
Mempersiapkan diri. Guru
merencanakan dan menyiapkan diri sebelum penyajian materi. Salah satu cara
mempersiapkan diri sebelumnya adalah dengan memeriksa dan mencobakan materi
itu, membuat catatan tentang hal-hal penting yang tercakup dalam materi rekaman
itu, dan menentukan apa yang akan digunakan untuk membangkitkan minat,
perhatian, dan motivasi siswa, bagian mana yang akan menjadi bahan utama
diskusi dan yang mana dijadikan penilaian pemahaman siswa.
b.
Membangkitkan kesiapan siswa.
Siswa dituntun agar memiliki kesiapan untuk mendengar, misalnya dengan cara
memberikan komentar awal dan pertanyaan-pertanyaan. Variasi lain dalam
mempersiapkan murid untuk mendengar adalah (1) mengidentifikasi materi judul, peserta,
atau keadaan yang terjadi pada saat produksi, (2) memberikan informasi latar
belakang yang menarik tentang program itu, (3) membahas secara singkat bersama
siswa mengenai topik dan memunculkan beberapa pertanyaan kunci di mana
jawabannya diharapkan dapat diperoleh dari materi audio itu, (4) membuat di
papan tulis daftar kata-kata kunci atau frase kunci yang terkandung dalam bahan
rekaman itu, (5) menjelaskan mengapa siswa harus mendengarkan materi rekaman
itu, bagaimana materi itu berkaitan dengan pengetahuan dan tugas siswa saat
ini, apa yang diharapkan siswa lakukan selama dan setelah mendengarkan materi
rekaman itu, dan bagaimana siswa diharapkan dapat memperoleh keuntungan dari
materi itu.
c.
Mendengarkan materi rekaman.
Tuntun siswa untuk menjalani pengalaman mendengar dengan waktu yang tepat atau
dengan sedikit penundaan antara pengantar dan mulainya proses mendengar. Dorong
siswa untuk mendengarkan dengan tenang, pusatkan perhatian kepada materi
rekaman, mendengarkan dengan pikiran terbuka dan dengan kemauan, dan dengan
sadar menghubungkan apa yang didengar dengan pertanyaan-pertanyaan yang dibahas
sebelum program ini dimulai.
d.
Diskusi (membahas) materi program
rekaman. Sebaiknya setelah selesai mendengar program itu, diskusi dimulai
secara informal dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat umum, seperti Bagian
mana (gagasan mana) yang paling berkesan/ menonjol dari program itu?".
Setelah itu, barulah pindah ke pertanyaan-pertanyaan yang dipersiapkan, seperti
Pertanyaan mana yang terjawab seluruhnya atau sebagian?", "Apakah
siswa setuju dengan pandangan yang disajikan dalam program itu?", 'Dari
sisi mana pandangan itu sama atau berbeda?", dan lain-lain. Diskusi ini
selayaknya diakhiri dengan meminta satu atau dua orang siswa memberikan
rangkuman (inti sari dan gagasan-gagasan utama) program rekaman itu.
e.
Menindaklanjuti program. Pada
umumnya, diskusi dan evaluasi setelah mendengarkan program mengakhiri kegiatan
mendengar. Namun demikian, diharapkan siswa akan termotivasi untuk mempelajari
lebih banyak tentang pelajaran itu dengan melakukan bacaan di perpustakaan,
membaca buku teks, menonton film yang berkaitan, atau melakukan kegiatan lain
yang berkaitan dengan isi materi program rekaman itu.
Seperti telah
diungkapkan di atas bahwa program rekaman dapat pula dijadikan kegiatan di
rumah. Untuk membuat kegiatan mendengar di luar kelas atau di rumah lebih
efektif dan produktif, berbagai teknik dapat digunakan, antara lain:
- Melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pemilihan rekaman yang baik.
- Menghubungkan kegiatan mendengar di luar kelas dengan tugas-tugas sekolah, seperti mendorong siswa untuk membuat laporan atau diskusi berdasarkan hasil kegiatan mendengar di rumah, atau dengan memberi rekomendasi buku-buku yang berkaitan program drama atau opera penting.
- mendiskusikan dan memeriksa cara di mana kebiasaan belajar di rumah bisa ditingkatkan.
Untuk mengukur dan
mengevaluasi sejauh mana perkembangan kemampuan siswa mendengar, memahami, dan
menghargai materi rekaman perlu diberikan beberapa contoh sebagai berikut:
- Mengukur kemampuan siswa memperoleh informasi dan pemahaman melalui materi rekaman dengan memberikan tugas untuk mendengar rekaman kuliah atau pidato. Ajukan pertanyaan yang menyangkut fakta atau interpretasi berdasarkan apa yang didengar.
- Perdengarkan satu bagian dari rekaman pidato atau drama yang siswa belum kenal. Tugaskan siswa untuk mengidentifikasi berbagai unsur, seperti pembicara, jenis kesempatan, waktu, peristiwa sebelum atau sesudahnya, dan signifikansi gagasan-gagasan yang diungkapkan.
- Perdengarkan seluruh atau sebagian drama, pidato atau kuliah kemudian mintalah siswa secara kritis mengevaluasi apa yang telah didengarnya dengan memperhatikan pendapat dan gagasan yang diungkapkan, kualitas drama, pengucapan pembicara, penekanan dan ekspresi, panjang pidato/kuliah, dan aspek lainnya.
- Dengarkan sebagian dari sajian ceritera-masalah, tetapi hentikan sebelum akhir ceritera, kemudian mintalah siswa memberikan akhir cerita menurut versi mereka berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip dan informasi yang berkaitan.
- Perdengarkan bagian akhir yang dramatis saja dari ceritera yang terkenal. Mintalah siswa mengembangkan secara kreatif unsur-unsur dasar peristiwa yang mungkin diungkapkan sebelum akhir ceritera yang telah didengar.
Ada beberapa
kelebihan dan kekurangan alat perekam sebagai media pendidikan:
1. Kelebihan alat
perekam sebagai media pendidikan:
a. Mempunyai fungsi
ganda yang efektif sekali, untuk merekam, menampilkan rekaman dan menghapusnya.
Playback dapat segera dilakukan setelah rekaman selesai pada mesin
yang sama.
b. Pita rekaman dapat
diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume.
c. Rekaman dapat dihapus
secara otomatis dan pitanya dapat dipakai lagi.
d. Pita rekaman dapat
digunakan sesuai jadwal yang ada. Guru dapat secara langsung mengotrolnya.
e. Program kaset dapat
menyajikan kegiatan-kegiatan/hal-hal di luar sekolah. (hasil wawancara atau
rekaman-rekaman kegiatan).
f. Program kaset bisa
menimbulkan berbagai kegiatan (diskusi, dramatis dan lain-lain).
g. Program kaset
memberikan efisiensi dalam pengajaran bahasa (laboratorium bahasa).
2. Media rekaman
mempunyai beberapa kekurangan diantaranya:
a. Daya jangkuannya
terbatas. Jika radio sekali disiarkan dapat menyiarkan pendengar yang massal di
tempat-tempat yang berbeda, program kaset hanya terbatas di tempat program
disajikan saja, dan
b. Dari segi biaya
pengadaannya bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal.
Dari segitiga
piramida tersebut dapat terlihat bahwa proses pembelajaran langsung lebih
efektif digunakan daripada melalui pengamatan. Dari gambar piramida tersebut
diatas semakin luas kaki dari piramida tersebut berarti semakin efektif pula
proses pembelajaran yang digunakan.


